ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES (GHPR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU

JEANE MICHELLE PUTRI LAWALATA (2026) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES (GHPR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius karena berisiko menyebabkan penyakit rabies yang bersifat fatal. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palu, pada tahun 2024 terdapat 588 kasus gigitan yang terjadi di Kota Palu. Tingkat pengetahuan, sikap, provokasi terhadap hewan penular rabies (HPR), menjadi faktor yang mempengaruhi kejadian GHPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan provokasi terhadap kejadian GHPR di wilayah kerja Puskesmas Birobuli tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel sebanyak 170 responden dengan perbandingan 85 kasus dan 85 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian GHPR (p = 0,043; OR = 3,644), serta antara provokasi terhadap HPR dengan kejadian GHPR (p = 0,013; OR = 2,199). Namun, tingkat sikap tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian GHPR (p = 0,117; OR = 6,380). Upaya preventif perlu difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat agar tidak memprovokasi hewan, melalui penyuluhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan perilaku provokatif berhubungan signifikan dengan kejadian gigitan hewan penular rabies (GHPR) di wilayah kerja Puskesmas Birobuli. Meskipun sebagian besar responden memiliki sikap positif terhadap pencegahan rabies, sikap tersebut tidak berhubungan signifikan dengan kejadian GHPR. Disarankan agar Puskesmas Birobuli meningkatkan edukasi dan penyuluhan rutin tentang rabies serta pelatihan kader kesehatan. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap hewan, tidak memprovokasi dan rutin memvaksinasi hewan peliharaan. Peneliti selanjutnya disarankan menambahkan variabel penelitian dan memperluas metode penelitian.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Library of Congress Subject Areas > R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 01 Apr 2026 07:48
Last Modified: 01 Apr 2026 07:48
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154157
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item