RIFKA NURSANI (2026) REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM LAURA A TRUE STORY OF A FIGHTER : ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perempuan yang ditampilkan dalam film Laura: A True Story of A Fighter melalui Analisis Wacana Kritis Sara Mills, dengan berfokus pada posisi subjek, objek, dan audiens dalam teks film. Film tidak hanya dipahami sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang membangun wacana tentang perempuan melalui narasi, visual, dan relasi kuasa yang bekerja di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap adegan (scene), dialog, dan narasi dalam film, serta dokumentasi berupa tangkapan layar scene yang relevan. Analisis data difokuskan pada tujuh scene utama yang menunjukkan perubahan posisi tokoh Laura, mulai dari kondisi sebelum kecelakaan hingga proses perjuangannya setelah mengalami keterbatasan fisik, dengan mengacu pada konsep subjek, objek, dan audiens dalam Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam film Laura: A True Story of A Fighter bersifat dinamis dan tidak tetap. Pada scene awal, Laura direpresentasikan sebagai subjek yang aktif, mandiri, dan memiliki kendali atas tubuh serta kehidupannya. Perempuan ditampilkan sebagai individu yang berdaya, mampu mengambil keputusan, dan menjalani relasi sosial secara bebas. Namun, setelah terjadinya kecelakaan, posisi Laura mengalami perubahan, di mana ia lebih sering direpresentasikan sebagai objek. Tubuh perempuan menjadi pusat perhatian, penilaian, dan pengambilan keputusan oleh lingkungan sosial dan institusional, sehingga suara dan pengalaman subjektif Laura tidak ditampilkan secara dominan. Meskipun demikian, film tidak sepenuhnya mempertahankan Laura dalam posisi objek yang pasif. Melalui perkembangan cerita pada scene-scene selanjutnya, Laura kembali dihadirkan sebagai subjek yang memiliki kesadaran, refleksi diri, serta keberanian untuk menyatakan sikap dan menentukan pilihan hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan dalam film ini tidak hanya direpresentasikan sebagai korban penderitaan, tetapi juga sebagai individu yang mampu bernegosiasi dengan keterbatasan fisik, tekanan emosional, dan relasi kuasa yang dihadapinya. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa film secara aktif membentuk posisi audiens. Audiens diarahkan untuk melihat peristiwa dari perspektif Laura, sehingga penonton tidak hanya menjadi pengamat pasif, tetapi diarahkan untuk berempati, memahami ketidakadilan yang dialami perempuan, dan mengakui pengalaman perempuan sebagai sesuatu yang valid dan bermakna. Dengan demikian, film ini tidak hanya merepresentasikan perempuan dalam teks, tetapi juga membentuk cara penonton memaknai perempuan dan relasi kuasa gender. Berdasarkan Analisis Wacana Kritis Sara Mills, dapat disimpulkan bahwa film Laura: A True Story of A Fighter merepresentasikan perempuan sebagai subjek yang mengalami perubahan posisi secara kontekstual antara subjek dan objek. Representasi tersebut memperlihatkan bahwa perempuan bukanlah sosok yang tetap, melainkan individu atau perempuan yang terus berproses dalam membangun makna atas tubuh, pengalaman, dan kehidupannya sendiri
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 01:56 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 01:56 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154231 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

