STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI DURIAN LOKAL DI KECAMATAN NAMBO KABUPATEN BANGGAI

ABDUL MALIK SAWALI (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI DURIAN LOKAL DI KECAMATAN NAMBO KABUPATEN BANGGAI. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abdul Malik Sawali (E32224018), Strategi Pengembangan Usahatani Durian Lokal
di Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, dibimbing oleh Effendy dan
Christoporus, 2026.
Subsektor hortikultura memiliki peranan penting dalam pembangunan
pertanian dan peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satu komoditas
hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah durian lokal. Kecamatan
Nambo memiliki potensi pengembangan durian lokal karena didukung oleh kondisi
agroklimat yang sesuai, ketersediaan lahan, serta tingginya permintaan pasar.
Pengembangan usahatani durian lokal masih menghadapi berbagai kendala, seperti
rendahnya penguasaan teknologi, keterbatasan modal, pengelolaan tanaman yang
belum optimal, serta keterbatasan infrastruktur pendukung. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) Mengidentifikasi karakteristik petani durian lokal di Kecamatan Nambo,
Kabupaten Banggai; (2) Mendeskripsikan karakteristik usahatani durian lokal di
Kecamatan Nambo; (3) Menganalisis elemen kekuatan, kelemahan, peluang, dan
ancaman dalam pengembangan usahatani durian lokal di Kecamatan Nambo; dan
(4) Merumuskan strategi pengembangan usahatani durian lokal di Kecamatan
Nambo. Penelitian dilaksanakan di Desa Lumbe dan Desa Padungnyo dengan
menggunakan metode deskriptif dan pendekatan analisis SWOT. Data diperoleh
melalui observasi, wawancara, dan kuesioner pada 55 responden petani durian
lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani berada pada usia
produktif, dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan SD dan SMP.
Pengalaman berusahatani petani tergolong cukup baik karena mayoritas telah
mengusahakan durian selama 6–23 tahun. Rata-rata luas lahan usahatani sebesar
1,54 hektar, dengan penggunaan pupuk yang masih didominasi oleh pupuk
anorganik. Penggunaan tenaga kerja terbesar terdapat pada kegiatan panen dan
pengangkutan hasil produksi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan
utama usahatani durian lokal meliputi kondisi wilayah yang sesuai, ketersediaan
lahan, tenaga kerja, serta keberadaan kelompok tani. Kelemahan utama meliputi
rendahnya penguasaan teknologi dan keterbatasan modal. Peluang pengembangan
berasal dari dukungan pemerintah, kondisi agroklimat, serta pasar durian yang
masih sangat terbuka. Ancaman utama terdiri atas fluktuasi harga, hama dan
penyakit, serta persaingan di pasar. Posisi usahatani durian lokal berada pada
Kuadran I, yaitu strategi pengembangan usahatani durian lokal diarahkan pada
pemanfaatan kekuatan internal untuk memaksimalkan peluang eksternal melalui
peningkatan produksi, penguatan kelompok tani, pengembangan produk olahan
durian, peningkatan kualitas hasil produksi, peningkatan kapasitas sumber daya
petani, serta dukungan pemerintah dalam pengembangan usahatani durian lokal.
Kata Kunci: Durian local; Strategi pengembangan; Usahatani; Analisis SWOT;
Kecamatan Nambo

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Agribisnis
Divisions: Pascasarjana > Magister Agribisnis
Date Deposited: 16 Jul 2026 03:50
Last Modified: 16 Jul 2026 03:50
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156421
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item