Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Pariwisata Di Desa Bale Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala

FITRI ALMIRAH MAULIDYA KH. OTOLUWA (2026) Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Pariwisata Di Desa Bale Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala memiliki potensi wisata alam yang cukup besar ditandai dengan keberadaan berbagai objek wisata alam yang dikelola oleh pelaku usaha wisata setempat serta tingginya kunjungan wisatawan. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum adanya regulasi khusus, lemahnya kelembagaan, serta belum optimalnya koordinasi antar stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Collaborative Governance dalam pengelolaan pariwisata di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Informan penelitian meliputi Pemerintah Desa Bale, Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola wisata, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaborative Governance dalam pengelolaan pariwisata di Desa Bale belum terwujud. Berdasarkan teori Ansell dan Gash (2008), kondisi awal (starting conditions) menunjukkan adanya potensi wisata dan keterlibatan berbagai stakeholder. Pada aspek desain kelembagaan (institutional design), belum terdapat regulasi khusus, forum kolaborasi, maupun pembagian peran yang jelas antar stakeholder. Pada aspek kepemimpinan fasilitatif (facilitative leadership), pemerintah desa dan Dinas Pariwisata telah melakukan upaya fasilitasi melalui komunikasi, sosialisasi, dan koordinasi, tetapi belum mampu membangun proses kolaborasi yang berkelanjutan. Sementara itu, pada aspek proses kolaborasi (collaborative process), dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen, pemahaman bersama, dan hasil sementara belum terpenuhi secara optimal sehingga hubungan antar stakeholder masih terbatas pada koordinasi yang bersifat tidak rutin dan belum berkembang menjadi kolaborasi sebagaimana dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2008).

Kata kunci: Kondisi Awal, Desain Kelembagaan, Kepemimpinan Fasilitatif, Proses Kolaborasi
?

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik
H Ilmu Sosial > Ilmu Administrasi Publik
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Administrasi Publik
Date Deposited: 30 Jul 2026 03:36
Last Modified: 30 Jul 2026 03:36
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156852
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item