CHRISTOPPER (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAKAO (Theobroma Cacao L) DENGAN PENDEKATAN SWOT DAN AHP DI KECAMATAN KULAWI SELATAN KABUPATEN SIGI. Magister thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Christopper (E3224038) Strategi Pengembangan Agribisnis Kakao Dengan
Pendekatan SWOT dan AHP di Kecamatan Kulawi Selatan Kabupaten Sigi
Dibimbing oleh Effendy dan Christoporus.
Fenomena ketimpangan produktivitas kakao antar desa di Kecamatan
Kulawi Selatan, dimana Desa Oo mencapai produktivitas 1,10 ton/ha sementara
Desa Palamaki hanya 0,58 ton/ha, serta tingginya persentase tanaman rusak/tidak
menghasilkan (TR/TTM) yang mencapai lebih dari 50% di desa-desa sentra
produksi seperti Oo dan Lawua. Kondisi ini diperparah oleh fluktuasi harga kakao
global, serangan hama PBK dan busuk buah, serta kuatnya peran tengkulak dalam
rantai pemasaran yang merugikan posisi tawar petani. Penelitian bertujuan untuk
menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan
agribisnis kakao serta menentukan strategi prioritas pengembangannya. Penelitian
dilaksanakan pada September-November 2025 dengan responden sebanyak 30
orang yang terdiri dari ketua kelompok tani, penyuluh, dinas terkait, NGO,
penangkar bibit, dan pedagang pengumpul. Analisis data menggunakan pendekatan
SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa faktor internal didominasi kekuatan dengan total skor IFE 3,079 yang terdiri
dari kemauan petani berinovasi (skor 0,352), umur petani produktif (skor 0,344),
dan potensi lahan untuk perluasan kebun (skor 0,336), namun terdapat kelemahan
utama seperti keterbatasan infrastruktur jalan menuju sentra produksi (skor 0,261),
banyaknya tanaman kakao berumur tua yang perlu diremajakan (skor 0,258), serta
keterbatasan alsintan modern (skor 0,178). Faktor eksternal menunjukkan total skor
EFE 3,00 dengan komposisi ancaman (1,518) lebih tinggi dari peluang (1,482),
dimana ancaman terbesar adalah kuatnya peran tengkulak (skor 0,356), intensitas
serangan hama dan penyakit (skor 0,276), dan ketidakpastian iklim global (skor
0,267), sementara peluang utama berasal dari dukungan LSM/NGO (skor 0,273),
permintaan pasar domestik dan global (skor 0,261), serta program pemerintah untuk
pengembangan kakao berkelanjutan (skor 0,258). Posisi strategis berada pada
kuadran ST (Strengths-Threats) yang mengarahkan pada strategi diversifikasi.
Hasil analisis AHP menetapkan lima prioritas strategi yaitu Diversifikasi Usahatani
dan Pengolahan Produk Bernilai Tambah (bobot 0,492) sebagai prioritas utama,
diikuti Penguatan Kelembagaan Petani untuk Memotong Rantai Pemasaran (bobot
0,279), Penerapan Sistem Budidaya Adaptif Perubahan Iklim (bobot 0,127),
Penguatan Modal Sosial Petani dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Input (bobot
0,065), dan Optimalisasi Program Peremajaan Tanaman Kakao (bobot 0,037)
dengan rasio konsistensi 0,09 yang menunjukkan penilaian konsisten dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Strategi diversifikasi menjadi prioritas
karena mampu memanfaatkan kemauan petani berinovasi dan insentif harga kakao
berkualitas untuk mengembangkan produk olahan bernilai tambah seperti kakao
fermentasi, sekaligus mengatasi fluktuasi harga input dan mengurangi
ketergantungan pada tengkulak dalam rantai pemasaran.
Kata Kunci : Pengembangan Agribisnis, Kakao, SWOT, Analytic
Hierarchy Process (AHP)
| Item Type: | Thesis (Magister) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Agribisnis |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Agribisnis |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 06:27 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 06:27 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157581 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

