IMPLEMENTASI PROGRAM INKUBATOR BISNIS BERBASIS DIGITAL DALAM MENINGKATKAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA PALU

REGINDA APRILIA (2026) IMPLEMENTASI PROGRAM INKUBATOR BISNIS BERBASIS DIGITAL DALAM MENINGKATKAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Reginda Aprilia B0122006, dengan judul skripsi “Implemntasi Program
Inkubator Bisnis Berbasis Digital dalam Meningkatkan Industri Kecil
Menengah di Kota Palu” Di bimbing oleh Bapak Slamet Riadi selaku
pembimbing I dan Bapak Fiki Ferianto selaku pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Inkubator
Bisnis Berbasis Digital Kota Palu dalam meningkatkan kapasitas Industri Kecil
Menengah (IKM), sekaligus memahami dinamika pendampingan di lapangan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kontribusi sektor industri
pengolahan terhadap PDRB Kota Palu dari 6,59% (2020) menjadi 5,94% (2024),
di tengah terus bertambahnya jumlah IKM serta tenant binaan program (675 tenant)
dan diperolehnya Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2025
merupakan sebuah kesenjangan yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan
pendampingan yang belum optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap
sembilan informan yang mewakili pembuat kebijakan, pengelola, tenaga ahli,
tenaga pendamping, serta tenant inwall dan outwall. Analisis menggunakan
perspektif Street-Level Bureaucracy Michael Lipsky (2010) dengan delapan aspek:
ambiguitas kebijakan, pengendalian manajerial, konteks organisasi, konteks sosial,
atribut personal, atribut klien, diskresi, dan mekanisme koping. Hasil penelitian
menunjukkan ambiguitas kebijakan, konteks sosial, dan atribut personal
mendukung pelaksanaan program, sementara pengendalian manajerial, konteks
organisasi, atribut klien, dan mekanisme koping masih terbatas, terutama karena
program belum mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah pelaku usaha industri
pengolahan setiap tahun, sehingga membatasi jangkauan program terhadap pelaku
usaha yang paling membutuhkan pembinaan. Kondisi ini mendorong pelaksana
menggunakan diskresi yang meningkatkan kapasitas tenant prioritas, namun juga
memunculkan bias layanan (creaming) terhadap tenant yang lebih mudah
dikembangkan. Kecenderungan ini membentuk mekanisme koping sebagai upaya
menjaga keberlangsungan layanan, sekaligus salah satu penjelasan yang masuk akal
atas penurunan kontribusi sektor industri terhadap PDRB, meski bukan hubungan
kausal yang teruji statistik. Program ini terbukti meningkatkan kapasitas IKM bagi
tenant yang terjangkau, namun pemerataan dan keberlanjutan manfaatnya masih
memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan, pendokumentasian praktik
pendampingan, serta sistem pemantauan tenant pasca inkubasi.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Inkubator Bisnis Berbasis Digital, Industri
Kecil dan Menengah (IKM), Street-Level Bureaucracy, Diskresi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik
H Ilmu Sosial > Ilmu Administrasi Publik
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Administrasi Publik
Date Deposited: 01 Sep 2026 02:47
Last Modified: 01 Sep 2026 02:47
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157889
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item